• Alamat: Jl. M Hatta no 11 Kota Blitar
  • No Telepon: +6281 33 086 1212
  • Jam Buka: Senin-Sabtu pukul 08:00 WIB hingga 17:00 WIB

Siraman Gong Kyai Pradah, adalah sebuah tradisi yang menjadi acara tahunan di kabupaten Blitar. Ritual ini selalu diperingati secara turun temurun oleh masyarakat Sutojayan setiap 12 Rabiul awal, atau bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad. Ribuan orang selalu memadati acara ini, dan kebanyakan dari masyarakat selalu menunggu air dari sisa siraman gong keramat tersebut (ngalap berkah). Masyarakat sekitar percaya bahwa sisa siraman gong tersebut bisa membawa berkah, menyembuhkan penyakit dan membawa keberuntungan.

Gong Kyai Pradah merupakan pusaka peninggalan Sunan Amangkurat Mas (Pangeran Prabu) Kartasura yang menurut sejarah, Pangeran Prabu datang ke wilayah Lodoyo, Blitar karena diberi hukuman oleh Ayahandanya untuk diasingkan ke Blitar. Pangeran Prabu meninggalkan pesan kepada masyarakat agar selalu memandikan pusaka peninggalannya tersebut. Untuk nama “Kyai Pradah” sendiri adalah dari Kyai Macan atau Mbah Pradah yang menurut cerita pernah menabuh gong saat terpisah dari Pangeran prabu yang terpisah di sebuah hutan belantara. Ketika gong ditabuh tujuh kali, untuk menemukan sang Prabu, justru datang segerombolan macan. Namun macan – macan tersebut tidak menggangunya, dan justru menjaganya.

Tradisi pemandian Gong Kyai Pradah telah ditetapkan sebagai salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Blitar. Para tokoh dan jajaran pemerintah Kabupaten Blitar memandikan gong tersebut dengan air kembang setaman. Tradisi ini cukup menjadi magnet tersendiri, bukan hanya untk masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan, dan masyarakat luas. (Yu/BM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.